Identifikasi Bentuk-bentuk Lahan yang ada di di Pulau
Papua
GEOMORFOLOGI PULAU PAPUA
geomorfologi
adalah bentuk lahan yang tersusun pada permukaan bumi di daratan maupun
penyusun muka bumi di dasar laut. Kondisi geomorfologi yang dimiliki suatu
daerah merupakan sumberdaya alam. Salah satu bagian dari sumberdaya alam adalah
sumberdaya lahan. Pemanfaatan sumberdaya lahan yang seoptimal mungkin menjadi
suatu keharusan agar mendapat hasil yang optimal. Dengan menggunakan data
penginderaan jauh maka pengkaitan bentuk lahan dapat dilakukan analisis.
Bentang lahan akan mudah diidentifikasi dengan pandangan jarak jauh atau
kalau menggunakan foto udara atau citra satelit menggunakan skala gambar kecil.
Sebaliknya untuk bentang lahan mudah diamati dari jarak dekat atau dengan foto
udara atau citra satelit dengan skala lebih besar. Dengan pengamatan dan
analisis bentuk lahan dari foto udara akan diperoleh informasi biofisik lainnya
baik yang bersifat sebagai parameter tetap (landform, rock, soil, slope) maupun
parameter berubah (erosion, terrace, land use). Dengan melakukan fieldtrip akan
semakin dikenal betul macam bentuk lahan dilapangan, sehingga mudah untuk mengingatnya
kembali jika pernah melihat secara langsung dan sebagai bekal memori pada saat
melakukan interpretasi foto udara (IFU).
Penyederhanaan muka bumi yang
kompleks ini membentuk suatu unit-unit yang mempunyai kesamaan dalam sifat dan
perwatakannya. Kesatuan sifat ini meliputi kesamaan struktur geologis atau
geomorfologis sebagai asal pembentukannya, proses geomorfologis sebagai pemberi
informasi bagaimana lahan terbentuk, dan kesan topografis yang akan memberikan
informasi tentang konfigurasi permukaan lahan. Dengan adanya informasi tersebut
perencanaan penggunaan lahan secara tepat akan dapat lebih terwujud.
A.
Bentuk
Lahan
Bentuk lahan merupakan bagian dari ruang
di permukaan bumi yang memiliki kekhasan dalam hal morfologi, proses
geomorfologi, material permukaan maupun batuan dasar (Verstappen, 1983). Setiap
bentuklahan memiliki potensi pemanfaatan dan ancaman bencana yang khas. Berikut
ini adalah bentuk-bentuk lahan yang ada di Irian Jaya :
a. Bentuk Lahan Bentukan
Asal Proses Volkanis
Volkanisme adalah berbagai fenomena
yang berkaitan dengan gerakan magma yang bergerak naik ke permukaan bumi.
Akibat dari proses ini terjadi berbagai bentuk lahan yang secara umum disebut
bentuk lahan vulkanik.
Umumnya suatu bentuk lahan volkanik pada suatu wilayah kompleks gunung api lebih ditekankan pada aspek yang menyangkut aktifitas kegunungapian, seperti : kepundan, kerucut semburan, medan-medan lahar, dan sebagainya. Tetapi ada juga beberapa bentukan yang berada terpisah dari kompleks gunung api misalnya dikes, slock, dan sebagainya. Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Sebelum penyatuan Papua Barat ke Indonesia, pegunungan ini dikenal dengan nama Pegunungan Orange. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam.
Umumnya suatu bentuk lahan volkanik pada suatu wilayah kompleks gunung api lebih ditekankan pada aspek yang menyangkut aktifitas kegunungapian, seperti : kepundan, kerucut semburan, medan-medan lahar, dan sebagainya. Tetapi ada juga beberapa bentukan yang berada terpisah dari kompleks gunung api misalnya dikes, slock, dan sebagainya. Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Sebelum penyatuan Papua Barat ke Indonesia, pegunungan ini dikenal dengan nama Pegunungan Orange. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam.
b. Bentuk Lahan Bentukan Asal Proses Struktural
Bentuk lahan struktural terbentuk karena adanya proses
endogen atau proses tektonik, yang berupa pengangkatan, perlipatan, dan
pensesaran. Gaya (tektonik) ini bersifat konstruktif (membangun), dan pada
awalnya hampir semua bentuk lahan muka bumi ini dibentuk oleh control
struktural. Tektonik Papua diawali pada Permo-Trias, yang sering disebut
sebagai orogenesa Tasman.
Tipe tektonisme yang ada di Papua adalah Subduksi
dimana dua lempeng Australia dan Pasifik menunjam, bertubrukan dan akhirnya
bagian bertemunya kedua lempeng tersebut terangkat dan menjadi jalur pegunungan
tengah Papua. Pada propinsi Papua terdapat Sesar Sorong yang merupakan
retakan besar dalam kerak bumi yang diberi nama sesuai dengan kota Sorong di
sebelah timur laut Papua.
c. Bentuk Lahan Asal Denudasional
Proses denudasional (penelanjangan) merupakan kesatuan
dari proses pelapukan gerakan tanah erosi dan kemudian diakhiri proses
pengendapan. Semua proses pada batuan baik secara fisik maupun kimia dan
biologi sehingga batuan menjadi desintegrasi dan dekomposisi. Bentuk lahan ini
terdapat di daerah perbukitan seperti Wilayah Pebukitan Ayamaru dan Wilayah
Pebukitan Fakfak di Kepala Burung Pulau Irian.
d. Bentuk Lahan Asal Fluvial
Bentukan asal fluvial berkaitan erat
dengan aktifitas sungai dan air permukaan yang berupa pengikisan, pengangkutan,
dan jenis buangan pada daerah dataran rendah seperi lembah, ledok, dan dataran
alluvial. Di Irian terdapat dataran rendah seperti Wilayah Dataran Rendah
Selatan di Pulau utama atau Tubuh Pulau Irian, Wilayah Dataran Rendah Utara
pada Leher Pulau Irian, Wilayah Dataran Rendah Kamrau dan Wilayah Dataran
Rendah Berau-Bintuni pada Kepala Burung Pulau Irian.
e. Bentuk Lahan Asal Marine
Aktifitas marine yang utama adalah
abrasi, sedimentasi, pasang-surut, dan pertemuan terumbu karang. Bentuk lahan
yang dihasilkan oleh aktifitas marine berada di kawasan pesisir yang terhampar
sejajar garis pantai. Kawasan marin di Pulau Irian terdapat di sepanjang garis
pantainya.
Pengaruh
marine dapat mencapai puluhan kilometer ke arah darat, tetapi terkadang hanya
beberapa ratus meter saja. Sejauh mana efektifitas proses abrasi, sedimentasi,
dan pertumbuhan terumbu pada pesisir ini, tergantung dari kondisi pesisirnya.
Proses lain yang sering mempengaruhi kawasan pesisir lainnya, misalnya :
tektonik masa lalu, berupa gunung api, perubahan muka air laut
(transgresi/regresi) dan litologi penyusun. Bentuk lahan asal marin adalah
sebagai berikut (Suhendra, 2009).
f. Bentuk Lahan Asal Glasial
Bentukan
ini tidak berkembang di Indonesia yang beriklim tropis ini, kecuali sedikit di
puncak Gunung Jaya Wijaya, Papua. Bentuk lahan asal glasial dihasilkan oleh
aktifitas es/gletser yang menghasilkan suatu bentang alam.
Semua satuan bentuk lahan tersebut
memiliki karakter yang khas dan mencerminkan ciri tertentu. Dengan demikian
maka, dengan mengenal nama satuan bentuk lahan akan dapat di bayangkan sifat
alaminya. Satuan bentuk lahan ini sangat penting terutama dalam konteks kajian
lingkungan, baik lingkungan fisik, biotis, maupun cultural.
Bentukan ini tidak berkembang di Indonesia yang beriklim
tropis ini, kecuali sedikit di puncak Gunung Jaya Wijaya, Papua. Bentuk lahan
asal glasial dihasilkan oleh aktifitas es/gletser yang menghasilkan suatu
bentang alam (Suhendra, 2009).
Semua
satuan bentuklahan tersebut memiliki karakter yang khas dan mencerminkan ciri
tertentu. Dengan demikian maka, dengan mengenal nama satuan bentuklahan akan
dapat dibayangkan sifat alaminya. Satuan bentuklahan ini sangat penting
terutama dalam konteks kajian lingkungan, baik lingkungan fisik, biotis, maupun
kultural (Suhendra, 2009).
1. Simpulan
a. Secara
fisiografi Irian dapat dibedakan menjadi 3 bagian :
Semenanjung
barat atau Kepala Burung yang dihubungkan oleh leher yang sempit dengan pulau
utama, Pulau utama atau Tubuh, Bagian timur, termasuk juga ekornya.
Dangkalan Sahul adalah
laut dangkal yang luas yang merupakan daratan bawah laut dari Australia.
Kebanyakan pulau yang terletak pada dangkalan Sahul erat hubungannya dengan
Australia.
Pulau Chritmas terletak
terpencil pada bagian timur dari Samudra Indonesia. Karena letaknya dan
keadaannya yang berupa pegunungan bawah laut yang arahnya timur barat, pulau
tersebut membatasi palung Jawa sampai keselatan dan merupakan bagian dari pola
structural dari kepulauan Indonesia.
b.
Bentuk lahan yang ada di Pulau Irian yaitu Bentuk lahan
Bentukan Asal Proses Volkanis, Bentuk Lahan Bentukan Asal Proses Struktural,
Bentuk Lahan Asal Denudasional, Bentuk Lahan Asal Fluvial, Bentuk Lahan Asal
Marine, Bentuk Lahan Asal Glasial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar